masukkan script iklan disini
MEDAN – Suasana di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memanas saat massa aksi yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri menggelar unjuk rasa, Selasa (23/6/2026).
Aksi yang dipimpin Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumatera Utara, T.M. Yusuf, diwarnai protes setelah dirinya mengaku tidak diizinkan masuk ke area kantor untuk menunaikan ibadah sholat.
Sebagai bentuk protes, Yusuf bersama sejumlah massa aksi membentangkan spanduk di depan gerbang utama kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Bahkan, Yusuf memilih melaksanakan sholat di luar area kantor.
Dengan nada kecewa, Yusuf mempertanyakan kebijakan manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang dinilainya tidak memberikan akses bagi massa aksi untuk menggunakan fasilitas ibadah.
"Ini kantor milik mereka atau milik rakyat? Kita sudah ngomong baik-baik untuk mau sholat, malah dilarang dan pintunya ditutup," ujar Yusuf kepada awak media di lokasi.
Menurut Yusuf, pihaknya hanya meminta izin untuk menggunakan fasilitas ibadah di dalam gedung secara tertib dan damai. Namun, kata dia, akses masuk justru ditutup oleh petugas keamanan.
Yusuf juga membandingkan pengalamannya saat menggelar aksi di instansi BUMN lainnya. Ia menilai PT PLN tetap memberikan kesempatan kepada massa aksi untuk beribadah meskipun situasi saat itu berada dalam pengamanan ketat.
"Baru di BUMN ini yang melarang untuk sholat. Waktu kami demo di PLN terkait blackout kemarin, tidak ada pintu yang ditutup. Semua bisa masuk dan sholat dengan tenang," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi dan meminta penjelasan terkait alasan penutupan akses tersebut. Yusuf menilai kejadian itu berpotensi menimbulkan kesan adanya pembatasan terhadap hak beribadah.
"Ini maksudnya apa? Sekarang mau membatasi orang untuk beribadah?" ucapnya.
Sementara itu, manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang disebut sebagai kesalahpahaman di lapangan.
"Kami dari lubuk hati yang paling dalam memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh aspirasi yang disampaikan Pak Yusuf tentu menjadi catatan penting bagi kami," ujar salah satu perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut di lokasi.
Pihak Pertamina menyatakan akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat dalam setiap kegiatan yang berlangsung di lingkungan perusahaan.(Magdalena)














Tidak ada komentar:
Posting Komentar