• Jelajahi

    Copyright © PK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    ads

    banner

    Advertise

     

    Pimpinan Ponpes Nur Zam-Zam Minta Polisi Sampaikan Perkembangan Kasus Secara Terbuka kepada Publik

    ADMINISTRASI
    Kamis, 30 Juli 2026, 23.37 WIB Last Updated 2026-07-30T14:37:30Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Deli Serdang – Pimpinan Pondok Pesantren Nur Zam-Zam, Muhammad Rinaldi, WR., S.Ag., berharap aparat penegak hukum, khususnya Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan, dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganan perkara dugaan pelecehan yang sempat viral beberapa waktu lalu.

    Menurut Rinaldi, keterbukaan informasi dari aparat penegak hukum sangat penting untuk menghindari berkembangnya berbagai spekulasi yang dapat semakin memperburuk citra lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

    Ia menjelaskan, hingga saat ini masih banyak pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat, terutama setelah video lama terkait dugaan kasus tersebut kembali beredar luas di media sosial, padahal peristiwa itu telah terjadi sekitar dua bulan lalu.

    "Kami berharap pihak kepolisian dapat menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat mengenai hasil penyelidikan yang telah dilakukan. Jika memang berdasarkan hasil visum dan alat bukti yang dimiliki terdapat fakta-fakta hukum tertentu, tentu masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar agar tidak terjadi kesimpangsiuran," ujar Rinaldi.

    Selain meminta penjelasan mengenai hasil penyelidikan, Rinaldi juga berharap kepolisian dapat memberikan informasi terkait perkembangan proses hukum dan status perkara secara jelas. Menurutnya, kepastian informasi akan membantu menghentikan berbagai asumsi yang terus berkembang di ruang publik dan berpotensi merugikan semua pihak.

    Ia mengungkapkan bahwa beredarnya kembali video lama tersebut telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan di lingkungan Pondok Pesantren Nur Zam-Zam. Dampak itu tidak hanya menyangkut nama baik lembaga, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis para santri, pengurus, serta para wali santri.

    "Yang kami rasakan bukan hanya kerugian nama baik lembaga, tetapi juga dampak psikologis yang luar biasa. Para santri, wali santri, dan pengurus ikut merasakan keresahan akibat beredarnya kembali video tersebut," katanya.

    Rinaldi juga berharap aparat kepolisian dapat mengambil langkah-langkah preventif melalui penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat sekaligus mengedukasi publik agar lebih bijaksana dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang belum memiliki kepastian hukum.

    Menurutnya, kepastian hukum dan informasi yang akurat sangat dibutuhkan agar situasi tetap kondusif, khususnya bagi lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik generasi muda.

    "Kami berharap ada edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kepastian hukum dan informasi yang akurat sangat dibutuhkan demi menjaga kondusivitas dunia pendidikan, khususnya lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren," tutup Rinaldi.

    (Redaksi)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +