• Jelajahi

    Copyright © PK HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    ads

    banner

    Advertise

     

    RUSUH PEMBAGIAN SEMBAKO DI KANTOR KELURAHAN HELVETIA, KECAMATAN MEDAN HELVETIA DIWARNAI PROTES WARGA

    ADMINISTRASI
    Sabtu, 19 September 2026, 14.30 WIB Last Updated 2026-09-19T05:31:53Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Medan, 19 September 2026 — Kegiatan pembagian bantuan sembako di kantor Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu (19/9/2026) diwarnai kericuhan dan protes dari sejumlah warga. Keributan ini diduga dipicu oleh minimnya transparansi pihak kelurahan dalam menentukan penerima bantuan.

    Berdasarkan keterangan warga di lokasi, kejadian bermula ketika Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, Sutan Nasution, mempertanyakan kelengkapan dokumen kependudukan salah satu warga yang hendak mengambil bantuan. Warga tersebut sempat menunjukkan KTP atas nama istrinya, namun diminta pula menunjukkan Kartu Keluarga (KK). Warga pun terpaksa pulang untuk mengambil KTP dan KK yang kemudian diserahkan kepada Kepling yang bersangkutan.
    Setelah dokumen diserahkan, Kepling kembali mempertanyakan KTP atas nama warga tersebut. Merasa kesal dengan proses yang dinilai berbelit, warga menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang menerangkan profesinya sebagai awak media, sembari mempertanyakan perlakuan yang dinilai berbeda dibandingkan warga lain.


    Warga mempertanyakan mengapa seorang warga berinisial R.D, yang disebut merupakan istri dari oknum ASN dan diakui belum memiliki KK terpisah dari orang tuanya, disebut dapat menerima bantuan hanya berdasarkan pengakuan diwakilkan keluarga, tanpa menunjukkan barcode/kode pengambilan bantuan. Menanggapi hal itu, Kepling Sutan Nasution disebut menyatakan bahwa yang bersangkutan "sudah pecah KK dari orang tuanya" sehingga berhak menerima bantuan, dan menambahkan bahwa "ada nama penerima bantuan" tanpa merinci lebih lanjut mekanisme verifikasinya.
    Sejumlah warga menilai perlakuan tersebut tidak adil dan mengaku kecewa, karena selama ini menduga Kepling kerap bertindak tidak transparan dalam pendataan penerima bantuan. Warga yang seharusnya berhak menerima bantuan disebut kerap tidak mendapatkannya, sementara pihak yang dinilai warga sudah mampu justru mendapat bantuan.

    Sejumlah warga menduga adanya unsur nepotisme atau kepentingan pribadi dalam proses penyaluran bantuan tersebut.
    Hingga berita ini disusun, pihak Kelurahan Helvetia maupun Kepling Sutan Nasution belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. (Awan)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +