masukkan script iklan disini
Oleh : Dr. Suheri Harahap, M.Si
(Ketua Pusat Studi Eco Teologi FIS UIN SU)
LANGKAT – Bumi Langkat adalah rahimnya peradaban Melayu, sebuah tanah bertuah yang sejarahnya diukir dengan tinta emas. Hari ini, marwah kebesaran itu kembali menemukan sosok penjaganya yang paling paripurna. Melalui mandat mutlak rakyat, lahir seorang pemimpin visioner: H. Syah Afandin, SH, yang oleh rakyatnya disapa dengan takzim, Ondim.
Legitimasi kepemimpinannya bukanlah kaleng-kaleng. Sejarah mencatat pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Ondim dan wakilnya, Tiorita Br Surbakti, menerima tongkat estafet kepemimpinan yang disahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Di bawah komandonya, Ondim tidak sekadar menjalankan birokrasi; ia mengembalikan muruah Langkat Melayu yang santun, religius, namun tangguh menatap tantangan zaman.
Visi Misi Ondim: "Kitab Suci" Kemajuan Langkat
Bagi Ondim, membangun Langkat adalah ibadah yang terstruktur. Hal ini terpatri jelas dalam visi mulianya: "Menuju Langkat yang Maju, Sehat, Sejahtera, Religius, dan Berkelanjutan". Ini bukanlah deretan kalimat kosong menjelang Pilkada, melainkan manifestasi dari adab leluhur.
Komitmen ini ia buktikan saat memimpin Musrenbang RPJMD 2025-2029 di Pendopo Jentera Malay Rumah Dinas Bupati. Dengan tegas, ia menginstruksikan agar seluruh pembangunan Kota Beradat Negeri Bertuah harus bersifat partisipatif, inklusif, dan transparan. Visi ini sukses disinkronisasikan hingga mewajibkan setiap perangkat daerah memenuhi standar Akuntabilitas Kinerja (AKIP) yang ketat demi rakyat.
Kepemimpinan di Pusaran Badai: Lobi Nasional dan Eksekusi Brilian
Namun, kualitas emas dari seorang "Datuk" sejati baru terlihat saat negerinya diuji oleh bencana. Ketika banjir besar merendam Tanjung Pura pada pengujung 2025, Ondim membuktikan kapasitasnya sebagai nahkoda tangguh dengan lobi tingkat dewa. Ia menyadari APBD saja tidak cukup. Lewat tangan dinginnya, ia berhasil menarik atensi pusat hingga bantuan logistik masif dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun membanjiri Langkat pada pertengahan Desember 2025 demi menyelamatkan warganya.
Langkah briliannya tak berhenti pada sekadar pembagian sembako. Pemimpin visioner memikirkan solusi jangka panjang. Tepat pada 23 Februari 2026, melalui pendekatan kolaboratif yang luar biasa, Bupati Syah Afandin resmi menerima dokumen hibah lahan seluas 4,6 hektare di Desa Lubuk Kasih, Brandan Barat, dari PT Rapala Sri Timur. Lahan ini dieksekusi cepat untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir Langkat.
Bagi rakyat, Selain status Bahwa Beliau adalah Adik kandung Alm. H. Syamsul Arifin, SE, langkah ini adalah bukti nyata bahwa Ondim adalah mercusuar di tengah gelap dan simbol kebangkitan Tanah Melayu yang tak tergantikan. Selama napas kepemimpinan Ondim berhembus, tuah Langkat akan terus bersinar abadi.(Awan)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar