masukkan script iklan disini
Demi membela Kepala Sekolah SMAN 1 Labuhan Deli yang dinilai tidak tepat penggunaan dana BOSP dan uang SPP tahun Anggaran 2024 dan 2025, salah satu mengaku wartawan harian dan pernah menjadi pimpinan Redaksi di salah satu media lalu menggurui wartawan online.
Wartawan ini dinilai gerah akibat pemberitaan dugaan penyalahgunaan penggunaan dana BOSP, uang SPP, pembelian baju batik, baju olah raga dan atribut sekolah lalu mengaku sebagai keluarga dekat kepala sekolah SMAN 1 Labuhan Deli.
Saat chatingan melalui whatsapp nya 085270083*** (S.Meliala red) tidak mau sebut dari media mana bahkan meremehkan wartawan online yang menulis berita sebelumnya, urusanku keberatan jika kau paksa memberikan keterangan. Karena kalau wartawan seorang yang benar tidak pernah mengintimidasi dan memaksa orang memberikan keterangan , tau kau budeg. Wartawan bukan seperti itu dan belajar yang benar ikut UKW terangnya sama awak media ini.
Sementara awak media tidak pernah mengintimidasi dan memaksa pihak sekolah memberikan keterangan, kami selalu mengutamakan apa yang di dengar dan apa yang kami lihat dilapangan lalu kami naikkan beritahumas dan kami siap lomba menulis dengan wartawan yang mengaku pernah pimpinan Redaksi dan sudah UKW, UKW bukan lah sebagai patokan menjadi wartawan.
Terkait pemberitaan yang dimuat di beberapa media online pada edisi sebelumnya Kepala Sekolah SMAN 1 Labuhan Deli lewat humasnya Yusuf merasa keberatan seperti cacing kepanasan "kok langsung naik berita belum ketemu dengan kepala sekolah" terangnya.
Sementara tim buat berita berawal dari antar surat LSM P3KI yang sekaligus konfirmasi langsung kesekolah yang di Terima oleh humas M Yusuf 23 April 2026 di ruang guru, apapun isi berita sebelum nya hasil konfirmasi dan isi redaksi surat LSM P3KI dan stepmen ketua yang kebetulan ketua LSM nya ikut cek lapangan.
Kepala Sekolah mengundang tim datang ke sekolah lewat Humas M Yusuf sekira pukul 8.00 wib Senin 11/05/26 bukti chatingan ada, pihak sekolah ngundang tim dengan tujuan untuk bermitra bila tidak mau kami bermitra kami tidak akan mengundang orang bapak terang humas.
Humas menyampaikan kepada tim, harus ada ijin dari dinas pendidikan untuk membalas surat dari LSM terangnya, jadi masalah temuan orang bapak di tutup saja terangnya.
Lanjut M Yusuf, mencoba menawarkan uang minyak tim Rp. 300.000 sampai Rp 500.000 tim tetap menolak tawaran tersebut, aneh bin ajaib pihak sekolah mencoba menawarkan uang minyak sambil merekam (ada apa dengan ini sampai mau menjebak) yang dinilai ajaran atau petunjuk dari wartawan yang ditunjuk untuk membeckap sekolah.
Humas menyampaikan kepada tim, harus ada ijin dari dinas pendidikan untuk membalas surat dari LSM terangnya.
Tempat terpisah Kasi SMA UPTD Wilayah 1 (Halimah) saat dikonfirmasi belum ada jawaban sampai berita ini terbit namun sudah conteng dua di whatsapp nya. (Team)













Tidak ada komentar:
Posting Komentar