masukkan script iklan disini
Medan -vMuhammad Mas'ud Silalahi, selaku Aktivis Sosial-Politik, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi secara menyeluruh, bahkan menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), apabila berbagai dugaan penyimpangan dan praktik korupsi yang menyeret sejumlah pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) terbukti benar.
Menurutnya, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, program tersebut mulai dipandang oleh sebagian kalangan sebagai proyek yang rawan penyalahgunaan anggaran dan dinilai belum berjalan secara efektif dalam menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Dugaan korupsi yang menyeret para pimpinan BGN di tingkat pusat menjadi lonceng peringatan bagi pemerintah. Kepercayaan publik dapat semakin merosot apabila tidak ada tindakan tegas dan transparan terhadap kasus ini," ujar Mas'ud.
Ia menilai bahwa pemerintah harus mengutamakan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran negara. Oleh karena itu, sebelum situasi semakin memburuk dan kekecewaan masyarakat semakin meluas, Presiden perlu mengambil langkah cepat dengan melakukan evaluasi total terhadap Program MBG.
"Jika program ini lebih banyak menimbulkan persoalan dibanding manfaat yang dirasakan masyarakat, maka penghentian sementara atau bahkan penghentian permanen harus menjadi opsi yang dipertimbangkan demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan anggaran negara digunakan secara tepat sasaran," tegasnya.
Mas'ud juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas setiap dugaan korupsi yang terjadi tanpa pandang bulu, sehingga tidak ada kesan bahwa praktik penyalahgunaan kekuasaan dibiarkan terjadi di lingkungan pemerintahan.
(Team )














Tidak ada komentar:
Posting Komentar