masukkan script iklan disini
MEDAN — Keberadaan proyek galian di kawasan Jalan Asrama, tepatnya di sekitar pintu Tol Helvetia, Kota Medan, menjadi sorotan masyarakat dan awak media. Pasalnya, proyek tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi atau plank proyek yang dapat memberikan kejelasan kepada publik terkait identitas pekerjaan, sumber anggaran, pelaksana kegiatan, maupun instansi yang bertanggung jawab.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, aktivitas pekerjaan proyek tersebut berlangsung pada siang hingga malam hari, bahkan disebut-sebut berjalan selama 24 jam setiap harinya. Kondisi ini menimbulkan keresahan warga sekitar yang mengaku terganggu oleh aktivitas pekerjaan, terutama akibat suara bising dan kegiatan proyek yang berlangsung tanpa jeda.
Masyarakat berharap pelaksanaan proyek tetap memperhatikan kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekitar, terlebih lokasi pekerjaan berada di kawasan yang cukup padat aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Saat Tim Media melakukan konfirmasi kepada pihak konsultan dan Syaiful yang diduga sebagai kepala pemeliharaan OP3 BWS terkait tata cara pelaksanaan proyek tersebut, jawaban yang diberikan dinilai belum mampu memberikan penjelasan yang memuaskan.
Pertanyaan mengenai identitas proyek, dasar pelaksanaan pekerjaan, serta mekanisme pengawasan di lapangan belum mendapatkan penjelasan secara transparan. Kondisi ini semakin menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai legalitas, tujuan, dan pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan galian tersebut.
Tim Media juga mempertanyakan alasan tidak adanya papan informasi proyek di sekitar lokasi pekerjaan. Menanggapi hal itu, pihak konsultan dan kepala pengawas pelaksana menyampaikan bahwa papan informasi proyek berada di kantor.
Jawaban tersebut justru menimbulkan pertanyaan lanjutan, sebab papan informasi proyek semestinya dapat diakses dan dilihat oleh masyarakat di lokasi pekerjaan sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, khususnya untuk proyek yang diduga berkaitan dengan pekerjaan pemerintah atau fasilitas umum.
Masyarakat meminta pemerintah maupun instansi yang memiliki kewenangan terhadap proyek tersebut agar segera melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan telah memenuhi ketentuan teknis, administrasi, keselamatan kerja, pengaturan waktu operasional, serta ketentuan keterbukaan informasi proyek.
Selain itu, evaluasi terhadap dampak aktivitas pekerjaan terhadap lingkungan sekitar juga dinilai penting agar keresahan masyarakat tidak berkembang menjadi aksi protes yang berpotensi menghambat kelanjutan pekerjaan.
“Pemerintah harus turun langsung dan memberikan penjelasan yang jelas. Jangan sampai masyarakat merasa diabaikan karena proyek berjalan siang malam tanpa informasi yang transparan,” demikian harapan warga sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi pemerintah terkait mengenai nama proyek, nilai pekerjaan, sumber anggaran, kontraktor pelaksana, maupun alasan papan informasi proyek tidak terpasang di lokasi.
Masyarakat berharap seluruh proyek pembangunan, khususnya yang berada di ruang publik, dilaksanakan secara transparan, tertib, sesuai aturan, serta tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.(Team)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar