masukkan script iklan disini
Birokrasi Lalai, Mahasiswa Menjerit:KIP Tak Cair, UKT Menghantui
Keterlambatan penyaluran KIP Kuliah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara bukan lagi sekadar persoalan teknis birokrasi. Ini adalah bentuk kelalaian struktural yang secara langsung mengorbankan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Jahirun,Aktivis Mahasiswa UINSU, mengecam keras sikap pasif dan lambannya respons birokrasi kampus terhadap persoalan ini.
Kampus jangan berlindung di balik istilah ‘proses administratif’. Yang kami hadapi adalah realitas ekonomi. Mahasiswa penerima KIP hidup dari dana itu. Ketika terlambat, yang terancam bukan hanya pembayaran UKT, tetapi keberlangsungan studi dan kebutuhan hidup mereka.
Lebih ironis lagi, tenggat pembayaran UKT tetap berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tidak ada kebijakan afirmatif, tidak ada empati kebijakan, tidak ada keberpihakan nyata.
Ini menunjukkan bahwa manajemen kampus lebih disiplin menagih kewajiban mahasiswa daripada memastikan hak mahasiswa terpenuhi.
Jahirun menegaskan tiga tuntutan tegas:
1. Rektor dan jajaran birokrasi UINSU harus memberikan klarifikasi terbuka dan transparan kepada publik kampus.
2. Kampus wajib mendesak percepatan pencairan KIP dan memastikan tidak ada mahasiswa yang dirugikan.
3. Perpanjangan pembayaran UKT bagi seluruh mahasiswa penerima KIP harus segera ditetapkan tanpa syarat.
Jangan sampai UINSU terlihat tegas kepada mahasiswa kecil, tetapi lemah dalam memperjuangkan hak mereka. Kampus yang mengklaim diri sebagai institusi Islam seharusnya berdiri di atas prinsip keadilan dan keberpihakan terhadap yang lemah, bukan justru menambah tekanan.
Jika dalam waktu dekat tidak ada kebijakan konkret, mahasiswa siap mengawal persoalan ini melalui langkah-langkah advokasi lanjutan. Sebab pendidikan bukan komoditas, dan mahasiswa bukan objek administrasi semata.
Keterlambatan ini adalah cermin keseriusan kampus dalam mengelola amanah. Dan hari ini, cermin itu sedang retak.
Kampus harus memilih berdiri bersama mahasiswa atau berhadapan dengan suara mahasiswa.
Jahirun Manik
Aktivis Mahasiswa UINSU









Tidak ada komentar:
Posting Komentar